Apakah Keputihan Membatalkan Wudhu?

Apakah Keputihan Najis? Apakah Keluarnya keputihan membatalkan wudhu?

Gak terasa ya, sebentar lagi kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan. Bulan dimana umat islam berlomba-lomba beribadah untuk memperoleh pahala dan juga mengharapkan dihapuskannya dosa-dosa yang telah lalu.

Tapi alahkah meruginya bila ibadah yang dilakukan ternyata berkurang nilainya/ tidak diterima akibat keputihan dan kita tidak tau hukum fiqihnya.

Olehkarena itu disini admin akan mencoba menjelaskan tentang hal tersebut.

Semoga bermanfaat, jangan lupa dibagikan ke teman dan keluarga, bisa saja mereka juga belum tau tentang hal ini dan sangat disayangkan bila ibadahnya juga terganggu karna masalah keputihan.

Apakah Semua Cairan Vagina itu Keputihan?

Cairan KeputihanBerdasarkan asal keluarnya cairan vagina, dapat dibagi menjadi 2 saluran yaitu cairan yang keluar dari saluran kemih dan cairan yang keluar dari rahim.

Pada kondisi normal, cairan yang keluar pada saluran kemih adalah air seni / urin. Sedangkan pada saluran rahim cairan yang biasa keluar adalah cairan pelumas / madzi yang keluar saat terjadi rangsangan seksual pada wanita.

Sedangkan Keputihan adalah Cairan yang keluar akibat adanya benda asing/ kuman yang bertujuan untuk membasuh organ vagina wanita( bukan air seni).

Keputihan terdiri dari 2 jenis, yaitu keputihan fisiologis (normal) dan keputihan patologis (adnormal) pada keputihan abnormal biasanya cairan vagina menjadi berbau, berwarna, dan menganggu.

Bagaimana hukumnya keputihan? apakah keputihan membatalkan Wudhu?

keputihan membatalkan wudhuSetelah memahami perbedaan cairan yang keluar pada Vagina, selanjutnya yaitu mengenai hukum fiqihnya.

Cairan yang keluar melalui saluran kemih dikategorikan sebagai najis, oleh karena itu keluar cairan yang  dari kemih ini membatalkan wudhu.

apabila ketika keluarnya cairan dari kemih ini mengenai pakaian anda, (misal celana dalam). maka wajib mengganti pakaian karna terkena najis.

Sedangkan, cairan yang keluar melalui rahim dikategorikan suci.  tidak najis bagi tubuh dan pakaian, olehkarena itu tidak wajib mengganti pakaian jika ingin Sholat.

Tetapi,  Keluarnya keputihan juga membatalkan wudhu layaknya keluarnya air seni. jadi jika anda akan sholat tetapi ada keputihan yang keluar, maka diwajibkan untuk bersuci dan berwudhu kembali tanpa harus mengganti pakaian. (jika anda dirumah dan mudah mengganti pakaian, sebaiknya diganti saja)

Namun, jika keputihan yang keluar terus menerus dan dikhawatirkan tetap akan keluar ketika melaksanakan sholat, maka berwudhulah  sesaat ketika akan melaksanakan sholat, dan jika keputihan ternyata keluar ketika sholat, maka hal ini dibolehkan dan tidak membatalkan wudhu. (hukum ini dapat disamakan juga bagi penderita  anyang anyangan)

Bagaimanakah dengan keputihan yang sudah terinfeksi (bau, berwarna) ?

Keluarnya keputihan hukumnya tetap sama yaitu membatalkan wudhu, dan juga keputihan yang terinfeksi dan sudah parah terkadang disertai oleh darah, maka hukum keputihan yang sudah parah ini adalah najis. olehkarena itu wajib bersuci dan mengganti pakaian jika terkena jenis keputihan ini.

Memang tidak ada penjelasan ulama mengenai keputihan yang parah ini, akan tetapi jika ditarik hukumnya darah, maka keputihan ini adalah najis, dan jika ditarik dari hukumnya nanah, maka jika keputihannya sangat sedikit, maka hukumnya tidak najis. karna nanah hukumnya lebih ringan dibanding darah.

Solusi :

Kita tentu tidak ingin ibadah yang kita lakukan tidak diterima oleh Allah SWT, oleh karena itu jika anda ragu, apakah cairan yang keluar akan membatalkan wudhu anda. maka berwudhulah kembali.

Tapi jika cairan yang keluar jenisnya cairan yang keluar terus menerus, berwudhulah hanya jika telah masuk waktu sholat (sesaat menjelang sholat) dan jika ketika sholat anda merasa ada yang keluar (ragu) maka lanjutkanlah sholat anda dan dianggap tidak batal.

Selain itu jika anda khwatir cairan tersebut memang akan keluar ketika sholat, maka sumbatlah saluran vagina anda sehingga cairan tersebut tertahan selama melakukan sholat (misalnya dengan tampon).

Solusi ini adalah solusi yang berlaku sementara yaitu jika hanya ingin beribadah dan dihalangi oleh masalah cairan vagina.
Solusi terbaik tentu dengan mengobati penyakit yang menyebabkan keluarnya cairan vagina tersebut.

Pendapat yang berbeda

Berdasarkan pendapat terkuat dari ulama, dinyatakan bahwa keputihan membatalkan wudhu seperti pembahasan diatas. Namun ada juga pendapat lain dari Ust Khalid Basalamah yaitu tidak membatalkan wudhu .
Silahkan cek Video Youtube berikut :
– https://www.youtube.com/watch?v=HXHgncustxs
– https://www.youtube.com/watch?v=WKggPG4Edos (Jika keluar saat sholat, sebaiknya diulangi, artinya lebih cenderung keputihan membatalkan wudhu)

Wallahu a’lam.

Sekian penjelasan kami mengenai topik ini, jika ada saudari muslimah yang memiliki penjelasan yang lebih kuat, silahkan share dikomentar dibawah.


Mengobati keputihan dengan Herbal – Majakani Kanza

Bagi anda yang keputihan, tetapi malu atau tidak sempat secara langsung berobat kedokter, anda bisa percayakan pengobatan organ intim ada ke produk andalan kami Majakani Kanza.

Artis saja merekomendasikan Majakani Kanza lhoo… Cek juga kesaksian dari ribuan pelanggan kami yang telah ikut merasakan manfaat produk Majakani Kanza.

Kesaksian Majakani Kanza

Berminat, silahkan hubungi admin kami
Bidan Murni / Bidan Nisa

WA/Telp : 081319002900

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *